LINTAH DARAT KENA JERAT

Laki-laki itu namanya Hasim. Sudah beberapa minggu ini ia tidak menempati rumahnya yang loteng itu. Kini yang tinggal di rumah itu adalah Agus. Kenapa bisa begitu?

Hasim adalah seorang mantan TKI dari Korea. Sepulang dari rantau ia membawa uang sebagor (sekarung) kata orang desa. Untuk menunjukkan bahwa ia berhasil meraup uang di negeri orang, maka ia beli tanah milik Mbah Jengali dan Pakde Busro. Kemudian ia dirikan rumah loteng di tanah itu. Sebagian tanah digunakan untuk membuat kolam ikan sebagai usaha untuk penghasilan. Namun, budi daya ikan ini dirasakannya masih belum memberikan keuntungan yang memadai. Maka ia tergiur untuk melipatgandakan uang dengan cara haram, yaitu membungakan uang. Ia meminjamkan uang kepada siapa saja yang membutuhkan dengan bunga 10% per bulan. Artinya jika seseorang meminjam 100 ribu, maka dalam jangka satu bulan orang itu harus mengembalikan 110 ribu. Ternyata usaha ini berjalan cukup bagus. Bahkan modal yang ia putar bertambah dengan mendapat titipan dari salah satu orang yang sudah bergelar haji di desa itu.

Dasar manusia, si Hasim tidak puas sampai di situ. Pada suatu hari ada seseorang yang memberi tawaran kepada  Hasim untuk bekerja sama dalam suatu bisnis. Hasim diminta menyetor modal beberapa puluh juta. Sebagai jaminan, orang itu meninggalkan sebuah mobil Toyota Avansa lengkap dengan kunci dan STNK, kecuali BPKB-nya. Beberapa minggu ia cukup berbangga dengan mengendarai mobil itu kemanapun pergi. Para tetangga  pun berbisik-bisik, wah si Hasim sudah sukses bisnisnya.

Dua bulan kemudian datang beberapa orang laki-laki mengendarai mobil ke rumah Hasim. Mereka mengklaim sebagai pemilik sah Toyota Avansa dengan bukti menunjukkan BPKB-nya. Mereka akan menuntut Hasim dengan pasal penggelapan jika tidak mengembalikan Toyota Avansa itu kepada mereka. Karena takut berurusan dengan petugas hukum, apalagi ia buta hukum, maka diserahkan  Toyota Avansa kepada orang-orang itu. Orang-orang itu pun pergi berlalu seperti ditelan angin.

Uang puluhan juta milik Hasim sudah berpindah tangan. Hasim sudah tidak punya uang lagi. Akhirnya ia mengambil jalan pintas dengan menjual tanah, rumah, dan kolamnya kepada Agus seharga 250 juta.

Inilah kisah lintah darat yang kena jerat. Makanya kalau cari rejeki dengan cara yang halal. Bukan menghalalkan berbagai cara.

3 pemikiran pada “LINTAH DARAT KENA JERAT

  1. i2 lah mNs pakkkkkkkk tak pernah puas

  2. mati lu…
    mkan t racun

  3. @adhi: manusia akan puas kalau sudah dikubur…
    @lintah daat: ini kisah nyata yang sudah saya samarkan, semoga dapat mengambil hikmahnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s